Selamat Datang di Blog TP. PKK Kabupaten Gorontalo. | About Us | Contact | Register | Sign In

30 December, 2014

SEPAK BOLA BOLO-BOLO MERIAHKAN HARI IBU DAN HUT DWP

Dalam rangka memperingati hari ibu ke 86 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke 15, Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Yahya menggelar pertandingan Sepak Bola Bolo Bolo yang dikuti TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Gorontalo, mengambil lokasi di Lapangan Kantor Bupati Gorontalo.
Sepak bola bolo-bolo ini cukup unik karena diikuti oleh peserta ibu-ibu yang mempunyai berat badan diatas 80 kg. Sehingga saat pertandingan dilakukan para peserta yang mengikuti pertandingan ini dari masing-masing Kecamatan benar-benar menghebohkan. Kegiatan ini membawa warna dan suasana tersendiri. Itu terbukti dengan banyaknya antusias warga yang datang untuk menyaksikan pertandingan lucu dan unik tersebut. Sontak saja saat pertandingan berlangsung banyak kejadian lucu terjadi diantaranya para ibu yang punya berat tubuh diatas 80 kg berlari sambil menendang bola dan pula ada yang terjatuh karena bersenggolan hingga mengakibatkan para penonton bersorak dan tertawa riang. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan  Hari Ibu ke-86 dan Hari Ulang Tahun DWP ke-15, serta untuk menjalin silaturahmi antar Tim Penggerak PKK kecamatan Se Kabupaten Gorontalo. Juga untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani bagi seluruh anggota Tim Pengerak PKK Kecamatan.”Kegiatan yang digelar ini juga sasaran utamanya untuk Menumbuhkan rasa percaya diri bagi kaum ibu dan perempuan dalam beraktifitas dan berproduktifitas. Dan untuk menjalin silaturahmi antar semua Tim Penggerak PKK yang ada di Kecamatan.”Terang Rahmi. Dan lomba ini juga  merupakan bentuk Protes saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo terhadap wacana yang mengatakan kalau perempuan yang berkarir di lingkungan Pemerintahan dan swasta akan dikurangi jam kerja nya sebanyak dua jam. Saya
sangat merasa prihatin dengan wacana ini, Hal ini menurut saya merupakan wacana yang diskriminatif terhadap kaum perempuan yang mau berkarir. Disisi lain kita memiliki undang-undang yang mencantum harus adanya keterwakilan tiga puluh persen perempuan dalam parlemen.”Tegas Rahmi
Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum