Selamat Datang di Blog TP. PKK Kabupaten Gorontalo. | About Us | Contact | Register | Sign In

03 September, 2014

Rahmiyati : Indonesia Bisa Pengaruhi Budaya Dunia

JAKARTA – Keanekaragaman Indonesia baik keanekaragaman etnik, suku bangsa, dan karya intelektual merupakan kekayaan warisan budaya yang bernilai tinggi, serta memiliki daya tarik untuk dimanfaatkan secara komersial. Untuk itu, keanekaragaman tersebut harus dilindungi, dilestarikan dan pemanfaatannya perlu diatur untuk kemaslahatan masyarakat. Dilatarbelakangi hal tersebut Komite III DPD RI bersama Panitia Perancang Undang-undang (PPUU) DPD RI menyelenggarakan kegiatan Harmonisasi, Pembulatan, Pemantapan, Konsepsi atas RUU Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional (PT EBT) yang dilaksanakan tanggal 27 s.d 29 Agustus 2014 dan bertempat di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. 
Kegiatan ini dihadiri oleh para Anggota PPUU DPD RI, Pimpinan Komite III DPD RI dan Pimpinan Tim Kerja RUU PT EBT. Disela-sela kegiatannya Senator/Anggota DPD RI Rahmiyati mengemukakan bahwa Indonesia berpeluang untuk mempengaruhi kebudayaan dunia dari sisi kebudayaan. Karena kebudayaan Indonesia berasal dari beragam suku (500 etnic group). Selain itu Indonesia juga merupakan salah satu dari 17 negara di dunia yang memiliki Sumber Daya Genetik (SDG) yang terbesar di dunia. 
Salah satu jawaban mengapa Indonesia tertinggal dari negara lain adalah karena Sumber Daya Genetik Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional (SDG PT EBT) masih sebatas potensi. Belum diangkat menjadi faktor-faktor ekonomi yang dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini terlihat dari indikasi besaran anggaran yang digunakan pemerintah atau swasta untuk melakukan penelitian SDG PT EBT ini. Seberapa besar investasi yang digunakan swasta untuk menggunakan SDG PT EBT sebagai bahan baku ekonomi kreatif. Terkait penelitian ini pemerintah belum melakukan hal-hal yang mampu mengekplorasi SDG PT EBT untuk kepentingan ekonomi bangsa. 
“Dalam menyusun RUU ini kita harus mengetahui dahulu, mau diapakan? Bagaimana mengembangkan potensi SDG PT EBT? Bagaimana memanfaatkan? Bagaimana mempromosikan? dan bagaimana melestarikan serta bagaimana melindungi SDG PT EBT ini? Jika kita mampu menjawab secara positif dan komprehensif hal-hal yang dikemukakan di atas, maka itu berarti kita akan mampu menyusun Strategi Pengembangan, Pemanfaatan, Promosi, Pelestarian, dan Perlindungan SDG PT EBT dalam konteks Isu Terkini untuk memasuki era perdagangan bebas dan menghadapi tantangan global. Sekaligus mampu merumuskan aturan-aturan yang terkait dengan pengembangan, pemanfaatan, promosi, pelestarian, dan perlindungan SDG PT EBT”, kata Rahmiyati. 
Terkait pembahasan RUU ini, DPD RI dalam menyusun regulasi akan mendorong upaya diplomasi kebudayaan Indonesia di dunia internasional, bukan hanya dititik beratkan kepada upaya untuk mencapai kepentingan ekonomi semata. RUU ini harus memfokuskan pada pengakuan, pemanfaatan dan perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional (PT EBT). 
“Sewajarnya pula RUU inisiatif DPD RI tentang Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional (PT EBT) mengamanatkan setiap kabupaten/kota melakukan inventarisasi budaya-budaya tradisional di daerah masing-masing”,tukas Rahmiyati. 
Diakhir pembicaraan Rahmiyati menyampaikan bahwa dilokasi yang sama akan dilaksanakan orientasi Anggota DPD RI terpilih tahun 2014-2019, yang diselenggarakan sejak tanggal 29 Agustus - 1 September 2014. “Masa orientasi akan diisi dengan agenda pembahasan tugas dan wewenang DPD RI di Alat Kelengkapan DPD RI serta berbagai diskusi serta penetapan mekanisme kerja guna optimalisasi pelaksanaan tugas Anggota DPD RI”, ucap Rahmiyati yang terpilih kembali menjadi Anggota DPD RI Provinsi Gorontalo.
Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum