Selamat Datang di Blog TP. PKK Kabupaten Gorontalo. | About Us | Contact | Register | Sign In

30 October, 2013

MEMIMPIN PGRI SAYA TIDAK INGIN JADI PAJANGAN

 Dalam memimpin PGRI kedepan saya tidak menginginkan hanya menjadi pajangan, kita harus mampu membangun organisasi guru ini lebih maju kedepan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja pada saat menghadiri Koferensi PGRI Cabang Tibawa Periode IX 2003-2018 bertempat di SMA Negeri 1 Tibawa. Rabu 30/10 
Rahmi dalam sambutannya mengisahkan Ketika saya ditawarkan menjadi kandidat ketua PGRI sempat menolak, Hal ini dilakukan mengingat kepercayaan tersebut diserahkan ditengah suasana hiruk pikuk politik, apalagi masih banyak kader yang lebih pantas untuk memimpin PGRI, namun sebagai seorang mantan guru, yang rahim dari rahim seorang Guru maka dengan bismillah saya meneriman amanah ini”Ketika ditawarkan saya bertanya kenapa harus saya, apalagi saat ini adalah moment politik, sehingga Saya mengharapkan memilih saya jangan hanya karena saya sebagai istri bupati dan Ketua PKK Kabupaten, karena ingin menjadi diri Saya sendiri”Tukas Rahmi 
Dijelaskan bahwa aura guru memang sangat luar biasa, Anak-anak jarang bercitacita menjadi sebagai seornag guru, tetapi tanpa disadari bahwa kita menjadi apa-apa berkat buah tangan guru, sehingga kedepan melalui PGRI target kita adalah bagaimana menaikan martabat guru serta bagaimana lebih menaikan kesejahteraan guru ”Ketika Saya memimpin PGRI ini ini kedepan Saya tidak ingin menjadi pajangan, harus ada target yang ingin kita capai sehingga membutuhkan komitmen bersama untuk bagaimana memajukan PGRI kedepan apalgi saya duduk di komite tiga juga membidangi 9 bidang termasuk pendidikan, dan sebagai target pertama saya adalah bagaimana kita dapat memiliki mobil operasional sendiri yang Insya Allah segera terrealisasi”Jelas Rahmi 
Dalam kesempatan itu pula Rahmi menjelaskan bahwa untuk memajukan organisasi Guru Kedepan kita hanya membutuhkan 2 F yaitu Fokus dan Fakta dimana dengan fokus kita kita harus bekerja fokus pada tugas sebagai guru dan dengan fakta kita harus membuka diri dengan melihat fakta dimana guru menjadi obyek kesalahan, sehingga perlu kita menyelesasikan segala permasalahan guru dipecahkan secara internal”Kita harus mempu membawa organisasi ini lebih baik kedepan, target yang telah ditetapkan kita harus capai kedepan tanpa melihat bahwa saya calon atau tidak karena saya lahir dari Rahim guru sehingga sampai mati pun guru adalah harga mati untuk saya”tutup Rahmi
Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum