Selamat Datang di Blog TP. PKK Kabupaten Gorontalo. | About Us | Contact | Register | Sign In

14 July, 2011

LOMBA PENERIMAAN TAMU SECARA ADAT DIPERMANTAP


Semakin berkurangnya generasi yang memahami warisan tatacara adat leluhur membuat Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja tergerak hatinya, sehingga pada rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK tingkat Kabupaten Gorontalo saat ini Rahmi mengambil inisiatif untuk menggelar lomba tatacara penyambutan tamu secara adat antar remaja tingkat Kabupaten Gorontalo. Tindak lanjut dari agenda itu Panitia melakukan pertemuan singkat besama Bate Limutu A W Lihu membahas menganai persiapan akhir lomba bertempat di sekertariat PKK Kabupaten Gorontalo. Kamis 15/07

Bate A W Lihu dalam penjelasannya mengatakan untuk lebih sakralnya lomba perlu dipersiapkan pakaian adat. Pakaian adat sendiri terdiri dari 4 kategori yang meliputi pakaian bubato, pegawai syara, Tulaibala dan wali-wali”Pakaian adat ada empat macam yaitu pakaian untuk Bubato, Pegawai Syarak, Tulaibala dan wali-wali supaya lebih sacral sebaiknya di persiapkan”Jelas Bate
Mengenai kategori pakaian bate menguraikan untuk kategori Bubato adalah pakaian yang dikenakan oleh bate, bupati, dan camat, untuk pegawai syara adalah pakaian untuk kaali, imam dan sara. Pakaian Tulaibala dikenakan oleh apitalau, mayulu daa dan mayulu sementara wali-walai adalah pakaian untuk para mantan camat.
bupati , melainkan pakaiUntuk mensukseskan kegitan tersebut Rahmi telah melakukan pertemuan dengan pemuka adat daerah dalam hal ini bate Lolimutu AW. Lihu untuk memperoleh persetujuan serta bantuan pelaksanaan secara teknis dalam lomba itu. ‘Beliau memberikan aparesiasi positif bahkan bersedia untuk menangani seluruh prosesi lomba dengan melibatkan para pemangku adat daerah”Jelas Rahmi
Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati sendiri jauh sebelumnya telah memberikan alasannya dimana para pemangku adat yang rutin melakukan penyambutan secara adat para tamu daerah, selalu didominasi oleh kaum tua dan person yang sama, sehingga diperlukan adanya kaderisasi, hal tersebut di perkuat dengan aspirasi dan fakta dimana keprihatinan yang diutarakan mengenai masa depan budaya daerah harus dapat diwariskan, jika para pemangku adat ini sudah renta siapa yang akan menggantikan meraka dan itulah awal dari kepunahan.”maka untuk menghindari hal tersebut antisipasi harus dilakukan sejak dini. Kalu bukan kita yang melestarikan budaya daerah kepada siapa kita berharap, mari kita bentuk agar generasi daerah mencintai budayanya dalam PKK program ini merupakan bagian dari program bina keluarga remaja ‘Jelas Rahmi
Sementara itu Ketua Panitia Dewi Nani menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba pada tanggal 18 juli mendatang, bertempat di gedung kasmat lahay secara teknis diawali dengan pemberian materi dan V praktek dari para pemangku adat termasuk bate Limutu AW Lihu. Peserta adalah siswa utusan SMU dan SMK di Kabupaten Gorontalo, sementara untuk proses penilaiannya diserahkan sepenuhnya kepada pemangku adat selaku sesepuh adat.
Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum